Sinode Huria Kristen Indonesia (HKI) ke-65 yang berlangsung pada 25–29 Maret 2026 di Hotel Danau Toba Internasional, Medan, menjadi momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban pelayanan, tetapi juga penetapan kepemimpinan baru HKI untuk periode mendatang.
Dalam rangkaian
awal sidang, Pucuk Pimpinan (PP) HKI Periode 2021–2026 menyampaikan laporan
program dan kegiatan selama masa pelayanannya. Laporan tersebut dibahas secara
mendalam dalam sidang komisi dan kemudian diplenokan bersama oleh peserta
sinode. Setelah melalui seluruh proses pembahasan, laporan dinyatakan diterima,
sehingga Pucuk Pimpinan bersama Majelis Pusat, Badan Pemeriksa Keuangan Pusat
(BPKP), dan para Praeses resmi demisioner pada Jumat, 27 Maret 2026.
Sebelum memasuki
pemilihan pucuk pimpinan, sinode terlebih dahulu melaksanakan proses pemilihan
beberapa struktur penting organisasi. Dilakukan pemungutan suara untuk memilih
15 Praeses dari 41 calon, memilih 3 anggota BPKP dari 4 calon, serta memilih
anggota Majelis Pusat yang terdiri dari 8 orang dari unsur pendeta dan 7 orang
dari unsur non-pendeta (jemaat). Seluruh rangkaian proses, mulai dari
pemungutan suara hingga perhitungan, berlangsung dengan tertib, jujur, dan
damai. Semua calon menerima hasil dengan penuh sukacita, baik yang terpilih
maupun yang belum terpilih, mencerminkan kedewasaan iman dan kebersamaan dalam
pelayanan.
Puncak sinode
ditandai dengan pemilihan pucuk pimpinan melalui mekanisme “manjomput nasinurat”, sebuah tradisi khas HKI yang mencerminkan
penyerahan penuh kepada kehendak Tuhan. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, M.Sc resmi
terpilih sebagai Ephorus HKI periode 2026–2031, menggantikan Pdt. Firman
Sibarani, M.Th.
Proses pemilihan
dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, seluruh calon memperoleh kertas
kosong. Pemilihan kemudian dilanjutkan ke tahap kedua. Pada momen penentuan,
Pdt. Dr. Tony Hutagalung, M.Sc mengambil salah satu tabung dan membacakan isi
kertas yang berbunyi: “Saya terpilih
menjadi Ephorus HKI periode 2026–2031.” Pernyataan tersebut disambut dengan
suasana haru, doa, dan ucapan syukur dari seluruh peserta sinode.
Untuk jabatan
Sekretaris Jenderal HKI, Pdt. Dormen
Pasaribu, M.Th terpilih menggantikan Pdt. Hotman Hutasoit, M.Th melalui
proses yang serupa. Setelah tahap pertama kembali menghasilkan kertas kosong,
pemilihan dilanjutkan ke tahap kedua. Pada kesempatan tersebut, Pdt. Dormen
Pasaribu memperoleh tabung berisi keputusan penetapan dan membacakan: “Saya terpilih menjadi Sekretaris Jenderal
HKI periode 2026–2031.”
Seluruh
rangkaian pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan emosi
spiritual yang mendalam. Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa mekanisme
manjomput nasinurat bukan sekadar proses undi, melainkan wujud penyerahan penuh
kepada Tuhan dalam menentukan pemimpin gereja.
Pelantikan pucuk
pimpinan yang baru dilaksanakan pada 29 Maret 2026 di Gereja HKI Resort Khusus
Medan Kota. Selain itu, sinode juga menetapkan kepengurusan Majelis Pusat,
Badan Pemeriksa Keuangan Pusat, serta para Praeses untuk distrik dan wilayah.
Selama
pelaksanaan sinode, suasana tetap kondusif, damai, dan penuh kebersamaan.
Meskipun terdapat sejumlah pertanyaan kritis dalam persidangan, seluruh proses
tetap berjalan dalam semangat kasih dan persatuan. Hal ini turut disampaikan
oleh St. Torus Manuntun Nababan, S.Pd., M.Pd, anggota panitia pemilihan
sekaligus utusan Daerah IX Humbang mewakili Persatuan Ama.
Sinode ke-65 ini
menjadi momen bersejarah yang menegaskan nilai iman, kepercayaan, dan
kebersamaan dalam menentukan arah pelayanan HKI ke depan. Diharapkan,
kepemimpinan yang baru dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan gereja
demi kemuliaan nama Tuhan.
.png)



