"Marhaposan tu Jahowa ma ho sian nasa roham, jala unang marpangunsandean ho tu pingkiranmu sandiri"."Trust in the LORD with all your heart, and do not lean on your own understanding". (Amsal 3:5)
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbudristek gelar Jambore GTK Hebat 2024 jelang perayaan Hari Guru Nasional (HGN). Jambore GTK Hebat adalah bentuk penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.
Kepala SMP Negeri 1 Tarutung Torus Manuntun Nababan, S.Pd.,M.Pd, mengungkapkan, “Kami sangat antusias mengikuti Jambore GTK Hebat ini. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi para guru dan staf kami untuk belajar dari satu sama lain, serta mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.”. Hal ini terlihat adanya beberapa Guru dan Tenaga Kependidikan yang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk kami sebagai kepala sekolah juga mengikutii kegiatan tersebut.
Dalam upaya pemulihan pembelajaran, kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi meluncurkan beberapa kebijakan melalui merdeka belajar serta melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya adalah melalui penyelenggaraan program Pemulihan Pembelajaran melalui Penguatan Literasi dan Numerasi, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jendral PAUD Dikdasmen untuk semua jenjang satuan pendidikan.
Torus Manuntun Nababan, S.Pd.,M,Pd selaku ketua MKKS SMP Kabupaten Tapanuli Utara selanjutnya menyelenggarakan kegiatan Advokasi Pemulihan Pembelajaran melalui Penguatan Literasi dan Numerasi. Kegiatan pemulihan di laksanakan dalam kegiatan MKKS pada tanggal 3 Oktober 2024 di SMP Negeri 2 Siborongborong yang di hadiri Bontor Hutasoit, SIP. M.SP selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara.
Selain di MKKS kegiatan pengimbasan juga di lakukan di beberapa sekolah, yaitu; SMP Negeri 3 Tarutung, SMP Negeri 4 Tarutung, SMP Negeri 1 Siatas Barita, SMP Negeri 1 Sipoholon, SMP Negeri 2 Sipoholon dan SMP Negeri 4 Pahae julu. Kegiatan yang sama juga di lakukan pada SMA Negeri 2 Siborongborong atas permintaan Lince Sirait, S.Pd selaku Kepala Sekolah.
Dalam sambutannya di MKKS dan berbagai sekolah Torus Manuntun, S.Pd.,M.Pd menekankan pentingnya literasi dan numerasi sebagai fondasi utama dalam pemulihan pembelajaran. "Pemulihan pembelajaran adalah prioritas kita. Penguatan literasi dan numerasi adalah kunci agar siswa dapat menghadapi tantangan pendidikan di masa depan," ujar Torus Manuntun di hadapan para peserta MKKS dan SMP yang di rujuk sebagai sasaran sekolah pengimbasan.
torusmanuntun.news.com - SMP Negeri 1 Tarutung membuka tahun ajaran baru dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan memperkenalkan Kurikulum Merdeka (IKM) yang ditujukan untuk memperkuat pendidikan karakter para peserta didik (15-7-2024). Kepala Sekolah, Torus Manuntun Nababan, S.Pd., M.Pd menyampaikan, kegiatan MPLS diharapkan mampu membentuk karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang dilaksanakan selama 3 hari. Torus Manuntun Nababan, S.Pd., M.Pd menjelaskan, dengan Kurikulum Merdeka nantinya akan memperkuat program pendidikan karakter dan kepemimpinan sehingga siswa SMP Negeri 1 Tarutung tidak hanya sukses secara akademik, namun juga memiliki kualitas moral baik.
Dia menjelaskan, Kurikulum Merdeka, merupakan Kurikulum Nasional yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Kurikulum ini nantinya akan membantu meningkatkan kemampuan para siswa tidak hanya dari sisi akademik, namun juga dari sisi non-akademik. Sesuai dengan Kodrat Zaman dan Daerahnya.
"Sehingga setiap kegiatan yang dijalankan oleh peserta didik selama masa MPLS akan mempermudah mereka dalam mempelajari dan mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, kejujuran, kerjasama, dan rasa empati, sesuai dengan materi yang diberikan" ujarnya. Selain itu hal ini diharapkan pula akan membantu siswa dalam mengembangkan kepribadian yang seimbang dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Kurikulum Merdeka, lanjutya, melibatkan kolaborasi antara guru, staf sekolah, dan orang tua untuk memastikan konsistensi dan integrasi nilai-nilai karakter dan keagamaan dengan mata pelajaran lainnya. "Sekolah terus mengevaluasi dan meningkatkan kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. "Melalui pelaksanaan IKM, berkomitmen untuk menyediakan pendidikan yang terjamin kepada masyarakat Indonesia pada umumnya, dan juga masyarakat Tarutung pada khususnya," tutup Torus Manuntun Nababan, S.Pd., M.Pd. Kegiatan MPLS tahun ini juga dihadiri seluruh siswa kelas 7 untuk mensosialisasikan sistem Kredit Point yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran 2024/2025. Kegiatan MPLS tahun ini juga diterapkan Asesmen Tes Diagnositk Non Akademik dan Akademik, dimana 4 siswa terbaik akan diberikan Sertifikat dan Dana sekedar untuk uang saku siswa.