"Marhaposan tu Jahowa ma ho sian nasa roham, jala unang marpangunsandean ho tu pingkiranmu sandiri"."Trust in the LORD with all your heart, and do not lean on your own understanding". (Amsal 3:5)

Senin, 12 Oktober 2026

Makna Doa Bersama (Partangiangan) Borsak Mangatasi Berdasarkan Surat Pengurus BM Siborongborong No. 1/10/ BM/77

 


Makna Doa Bersama (Partangiangan) Borsak Mangatasi Nababan, Boru, Bere  dan Ibebere

Berdasarkan Surat Pengurus BM Siborongborong No. 1/10/ BM/77

 

I. Latar Belakang / Latar Belakang Adanya Doa Bersama (Partangiangan)

Latar belakang mengapa kita menyelenggarakan Doa Bersama (Partangiangan) ini adalah karena para Tetua/Orang Tua kita di Kampung Halaman (Bona ni Pasogit) merasakan adanya ketertinggalan kita dalam hal kemajuan, jabatan, dan pendidikan jika dibandingkan dengan marga-marga tetangga sekitar. Sebelum tahun 1955, hampir tidak ada yang memiliki gelar kesarjanaan dari marga kita. Namun, setelah Doa Bersama tersebut dilaksanakan, kita telah menerima banyak berkat (karunia) dari Tuhan, di mana saat ini sudah ada (banyak) yang bergelar sarjana.

Meskipun demikian, kita harus tetap memohon kepada Tuhan agar berkat jasmani maupun berkat rohani terus ditambahkan kepada kita di masa depan. Kita juga tidak boleh lupa mengucapkan syukur kepada-Nya, karena semua ini terjadi bukan karena kekuatan atau kepintaran kita, melainkan semata-mata karena kasih karunia-Nya. Oleh karena itu, jangan pernah kita melupakan hal tersebut.

II. Hal yang Harus Diingat dan Dilaksanakan

Pada tanggal 13 Oktober 1955, Doa Bersama yang pertama (1) dilaksanakan di kampung kita, Lbn Tonga-tonga Siborongborong, yang dihadiri oleh sekitar 5.000 orang beserta para undangan dari seluruh marga Batak.

1.    Peringatan Tahunan: Kita wajib menyelenggarakan Doa Bersama ini setiap tahun seperti yang disebutkan di atas.

2.   Pesan untuk Keturunan: Hal ini harus kita pesankan kepada anak-cucu (Pinompar) kita agar selalu diingat dan dilaksanakan.

3.      Ketentuan Tanggal: Sebisa mungkin tanggal peringatan Doa Bersama tersebut tidak diganti. Kecuali jika ada keadaan yang sangat terpaksa, tanggalnya boleh dimajukan atau diundurkan, tetapi tidak boleh terlalu jauh dari tanggal aslinya.

4.      Hati yang Tulus: Doa Bersama ini tidak boleh terhalang (sundat) hanya karena perkara makanan atau minuman. Bukan makanan, minuman, pakaian, emas, maupun perak yang diminta oleh Tuhan dari kita, melainkan HATI YANG TULUS DAN SUCI.

5.    Dapat Dilaksanakan dalam Berbagai Skala: Doa Bersama tidak boleh batal hanya karena tidak semua anggota bisa berkumpul. Harus tetap kita ingat dan laksanakan meskipun bersifat perorangan, per rumah tangga, atau dalam lingkupan kumpulan kecil.

6.    Kewajiban Pengingat: Hal yang sangat penting adalah seluruh Marga Nababan beserta Boru dan Bere-nya harus mengingat tanggal 13-10-1955, seraya mengucap syukur kepada Tuhan serta memohon agar Tuhan menambah berkat-Nya untuk waktu yang akan datang, dan berdoa agar tetap saling mengasihi dalam kasih sesuai dengan kehendak Tuhan.

7.    Pihak Hula-hula: Doa Bersama ini tidak boleh terhalang hanya karena kehadiran Hula-hula dan para undangan (tidak diwajibkan untuk mengundang hula-hula atau pihak lain ke doa bersama ini).

8.  Kehadiran Undangan/Saksi: Apabila menurut pertimbangan Pengurus/Punguan dirasa perlu menghadirkan hula-hula atau pihak lain sebagai saksi, hal tersebut baik dan diserahkan kepada keputusan bersama punguan, selama tidak menyimpang dari tujuan utama doa bersama ini. Sebab, Nababan beserta boru dan bere-nyalah yang menjadi tujuan utama (hasahatan) kegiatan ini, sedangkan pihak lain hanya sebagai penyaksi (panolopi).

9.  Muliakan Tuhan: Dalam suasana doa bersama tersebut, jangan sampai manusia yang diagungkan, melainkan Tuhan-lah yang harus diutamakan dan dimuliakan, karena dari Dialah asal mula segalanya, dan kepada Tuhan-lah kita mengucap syukur serta memohon.

10.Persembahan Kasih: Jika kita melaksanakan Doa Bersama, sebaiknya diadakan pengumpulan persembahan untuk aksi kasih (ulaon asi ni roha). Karena kita telah lebih dahulu menerima kasih karunia dari Tuhan, maka sudah sepatutnya kita memahami dan mengamalkan kasih itu kepada sesama yang membutuhkan ("Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan"). Mengenai pembagiannya, disepakati oleh pengurus/kumpulan sesuai dengan keyakinan dan agama masing-masing.

11. Hiburan/Gondang: Apabila ingin mengadakan lelang, hiburan, atau Gondang pada Doa Bersama tersebut, diperbolehkan. Namun, harus terlebih dahulu dilaksanakan Ibadah/Doa Khusus. Setelah Ibadah Khusus selesai, barulah acara hiburan/pelengkap dijalankan agar acara inti tidak terabaikan akibat acara tambahan.

12.  Persiapan Diri: Jika kita hendak pergi ke acara Doa Bersama tersebut, sebaiknya kita terlebih dahulu menyiapkan diri dan hati kita untuk menghadap Tuhan. Memohon pengampunan atas dosa dan kekurangan kita, serta berjanji untuk memperbaiki tingkah laku kita di hari-hari mendatang, karena itulah yang dikehendaki Tuhan dari kita. Jangan lagi melekat sifat-sifat yang buruk, kesombongan, iri hati, dengki, dan sejenisnya.

13.  Menjaga Kekudusan: Pada saat Doa Bersama berlangsung, sebisa mungkin kita menjaga diri agar tetap dalam kekudusan dan ketenangan, sebab kita sedang menghadap dan berbicara dengan Tuhan kita. Tuhan menyukai persekutuan yang tertata dan teratur.

14.  Pembagian Jambar (Hak Adat): Apabila ada hidangan makanan adat (sigagat duhut / ternak) pada Doa Bersama tersebut, maka pembagian jambar harus dilakukan di antara internal hasuhuton (Nababan / Boru / Bere).

15.  Identitas Marga: "Sekali Nababan, tetap Nababan." Jangan pernah menyamarkan marga; jika Anda membaca nama marga tersebut dari depan maupun belakang, ejaannya tetap sama: N A B A B A N.

Tiga Gelar Leluhur (Ompu Kita):

·         BORSAK MANGATASI: NABISUK MANGATASI (Yang Bijaksana Mengungguli)

·         N A B A B A N: NAMALO MANGKATAI (Yang Pandai Berbicara/Berdiplomasi)

· SIPITUARUARU: NAPISTAR MAMBUAT JAMBARNA (Yang Pintar/Cerdik Mengambil Hak/Bagiannya)

III. Pengurus Punguan Doa Bersama / BM / Boru / Bere

Berikut adalah nama-nama Pengurus pada awal dimulainya Doa Bersama tersebut:

·         Ketua: THEOPULUS NABABAN

·         Wakil Ketua: PETRUS NABABAN (Telah Meninggal Dunia)

·         Sekretaris: K.K. SABAM NABABAN

·         Bendahara: Wtr. PETRUS NABABAN (Toko Obat Sampuran) (Telah Meninggal Dunia)

·         Komisaris: R. LAZARUS NABABAN (Telah Meninggal Dunia)

(Hanya dua orang yang masih hidup saat catatan ini dibuat, yaitu: Ketua I dan Sekretaris).

Catatan:

Dikutip dari Sejarah Doa Bersama (Partangiangan) Borsak Mangatasi Nababan / Boruna / Berena, tertanggal 13 Oktober 1955.

Kamis, 17 September 2026

Yayasan Toga Sihombing : Awal Perjalanan Menuju SMA Negeri 1 Siborongborong


Pada 17 September 1956, semangat persatuan dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda telah mempertemukan para tokoh Toga Sihombing untuk mendirikan Yayasan Perguruan SMA/SMEA Toga Sihombing.

Perjuangan P. Lumbantoruan sebagai Ketua, bersama J. Nababan, L. Silaban, dan G. Hutasoit sebagai anggota, menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan pendidikan di Siborongborong. Dari cita-cita dan pengabdian mereka, tumbuh sebuah lembaga pendidikan yang kemudian menjadi SMA Negeri 1 Siborongborong.

Terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pendiri. Jasa mereka bukan hanya melahirkan sebuah sekolah, tetapi telah membuka jalan bagi lahirnya ribuan generasi yang memperoleh kesempatan untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan mengabdikan dirinya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Seiring perjalanan waktu, dari almamater ini lahir putra-putri yang kemudian mengabdikan diri di berbagai bidang. Di antaranya Dr. R.E. Nainggolan, M.M., yang pernah mengemban amanah sebagai Bupati Tapanuli Utara dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara; Dr. Drs. Nikson Nababan, M.Si., yang pernah memimpin Kabupaten Tapanuli Utara selama dua periode; Sukur/Syukur Nababan, yang mengabdi sebagai Anggota DPR RI; serta Kamaruddin Hendra Simanjuntak, S.H., M.H., yang berkiprah sebagai advokat. Mereka menjadi bagian dari perjalanan panjang alumni yang berkarya di berbagai bidang kehidupan.

Namun, kebanggaan sebuah sekolah bukan hanya karena beberapa nama besar. Setiap alumni yang bekerja dengan jujur, berkarya dengan sungguh-sungguh, melayani masyarakat, mendidik generasi, membangun daerah, dan memberikan manfaat bagi sesama adalah bagian dari keberhasilan perjuangan para pendiri.

Karena itu, warisan terbesar para pendiri bukan sekadar sebuah bangunan sekolah, melainkan semangat persatuan, pendidikan, dan pengabdian yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Kiranya keluarga besar SMA Negeri 1 Siborongborong terus menjaga warisan tersebut. Semoga para alumni dan generasi yang akan datang semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sumber : 

https://www.facebook.com/share/v/1LhGVyc9LU/

https://www.facebook.com/share/v/1JqPVmEY87/ 


Selasa, 16 Juni 2026

Rujukan Kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 Jenjang SMP



 

Panduan untuk orang tua : Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat



 

Panduan untuk Guru dan Sekolah : Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebar


 

Panduan PM Koding dan Kecerdasan AI : Fase C, D, E, F



 

Panduan PM Informatika : Fase D dan F


 


Panduan PM PJOK : Fase A - F


 

Panduan PM IPS : Fase D dan E

 




Panduan PM IPA : Fase D dan E


 

Panduan PM Matematika : Fase A- F dan Tingkat Lanjut


 

Panduan PM Bahasa Indonesia : Fase A - F dan Tingkat Lanjut


 

Panduan PM PPKn : Fase A - F


 

Panduan PM Bahasa Inggris Fase B - F dan Fase Tindak Lanjut


 

Selasa, 09 Juni 2026

YANG KITA ABAIKAN HARI INI BISA MENENTUKAN NASIB GENERASI MENDATANG


1. Mikroba Tanah: Penjaga Kehidupan di Bumi

Mikroba tanah adalah makhluk hidup mikroskopis seperti bakteri, jamur, dan protozoa yang hidup di dalam tanah. Walaupun ukurannya sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata, jumlahnya bisa mencapai miliaran organisme dalam satu gram tanah. Mikroba berperan menguraikan sisa tumbuhan dan hewan yang mati menjadi unsur hara yang dapat diserap tanaman. Selain itu, mikroba juga membantu menyimpan karbon di dalam tanah sehingga mengurangi jumlah karbon dioksida di atmosfer yang menyebabkan pemanasan global. Tanpa keberadaan mikroba, tanah akan kehilangan kesuburannya dan produksi pangan dunia dapat menurun drastis.

Contoh: Ketika daun-daun gugur di kebun membusuk dan berubah menjadi humus yang menyuburkan tanah, proses tersebut sebagian besar dilakukan oleh mikroorganisme tanah. Pada tanaman kacang-kacangan, bakteri Rhizobium hidup di akar dan membantu menyediakan nitrogen yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.


2. Lebah dan Serangga Penyerbuk: Penjamin Ketahanan Pangan

Lebah, kupu-kupu, kumbang, dan berbagai serangga lainnya memiliki peran penting dalam proses penyerbukan. Penyerbukan adalah perpindahan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina sehingga tanaman dapat menghasilkan buah dan biji. Sekitar sepertiga makanan yang dikonsumsi manusia bergantung pada jasa penyerbukan hewan. Jika populasi lebah terus menurun akibat penggunaan pestisida, perubahan iklim, atau hilangnya habitat alami, maka hasil panen berbagai tanaman pangan juga akan menurun.

Contoh: Buah apel, mangga, semangka, stroberi, kopi, kakao, dan berbagai sayuran membutuhkan bantuan serangga penyerbuk agar menghasilkan panen yang optimal. Di beberapa wilayah di dunia yang kekurangan lebah, petani bahkan harus melakukan penyerbukan secara manual menggunakan kuas, yang membutuhkan biaya dan tenaga besar.


3. Plankton Laut: Penghasil Oksigen Tersembunyi

Plankton, khususnya fitoplankton, adalah organisme mikroskopis yang melayang di permukaan laut dan mampu melakukan fotosintesis seperti tumbuhan. Banyak orang mengira bahwa sebagian besar oksigen di bumi berasal dari hutan, padahal sekitar setengah oksigen yang kita hirup setiap hari dihasilkan oleh fitoplankton laut. Selain menghasilkan oksigen, plankton juga menjadi dasar rantai makanan laut yang mendukung kehidupan ikan, paus, dan berbagai organisme laut lainnya.

Contoh: Diatom dan alga mikroskopis merupakan jenis fitoplankton yang sangat produktif menghasilkan oksigen. Jika pencemaran laut, pemanasan global, atau pengasaman laut menyebabkan jumlah plankton berkurang, maka bukan hanya kehidupan laut yang terganggu, tetapi juga keseimbangan oksigen di atmosfer bumi.


4. Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, biasanya kurang dari 5 milimeter, yang berasal dari pecahan sampah plastik yang lebih besar atau dari produk tertentu seperti kosmetik dan pakaian sintetis. Penelitian modern menemukan mikroplastik di air minum, udara, makanan laut, darah manusia, bahkan plasenta ibu hamil. Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik mudah masuk ke dalam tubuh manusia dan organisme lain.

Contoh: Botol plastik yang dibuang sembarangan akan terpapar sinar matahari dan akhirnya pecah menjadi partikel-partikel kecil yang terbawa ke sungai dan laut. Ikan kemudian memakan partikel tersebut, dan ketika manusia mengonsumsi ikan itu, mikroplastik dapat ikut masuk ke dalam tubuh. Para ilmuwan masih terus meneliti dampak jangka panjangnya, namun ada kekhawatiran bahwa mikroplastik dapat memicu peradangan dan gangguan kesehatan tertentu.


5. Tidur: “Obat” yang Sering Diremehkan

Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi merupakan proses biologis penting yang membantu tubuh memperbaiki diri. Saat tidur, otak membersihkan zat-zat sisa metabolisme, memperkuat memori, mengatur hormon, dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Sistem kekebalan tubuh juga bekerja lebih efektif ketika seseorang mendapatkan tidur yang cukup.

Contoh: Seorang siswa yang belajar hingga larut malam tetapi kurang tidur sering kali sulit berkonsentrasi saat ujian. Sebaliknya, siswa yang tidur cukup biasanya lebih mudah mengingat pelajaran. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan mental.


6. Keanekaragaman Hayati: Jaring Kehidupan yang Tak Tergantikan

Keanekaragaman hayati adalah seluruh variasi makhluk hidup di bumi, mulai dari mikroorganisme, tumbuhan, hewan, hingga ekosistem tempat mereka hidup. Setiap spesies memiliki peran tertentu dalam menjaga keseimbangan alam. Ada yang berfungsi sebagai penyerbuk, pengurai, pengendali hama, atau bagian dari rantai makanan. Hilangnya satu spesies dapat memengaruhi banyak spesies lainnya dan mengganggu kestabilan ekosistem.

Contoh: Katak membantu mengendalikan populasi serangga. Jika jumlah katak berkurang drastis, populasi nyamuk dan hama pertanian dapat meningkat. Demikian pula, harimau atau predator puncak menjaga keseimbangan populasi hewan mangsa. Jika predator hilang, jumlah hewan mangsa bisa meledak dan merusak vegetasi yang ada.


Pelajaran Penting dari Keseluruhan Poster

Poster ini mengajarkan bahwa kelangsungan hidup manusia tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga pada hal-hal kecil yang sering dianggap tidak penting. Mikroba tanah menjaga kesuburan lahan, lebah membantu menghasilkan makanan, plankton menghasilkan oksigen, tidur menjaga kesehatan tubuh, sementara keanekaragaman hayati menjaga keseimbangan alam. Bahkan ancaman yang tampak kecil seperti mikroplastik dapat berdampak besar bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Dengan kata lain, masa depan generasi mendatang ditentukan oleh keputusan yang kita ambil hari ini. Menjaga lingkungan, mengurangi sampah plastik, melindungi serangga penyerbuk, menjaga keanekaragaman hayati, dan menerapkan pola hidup sehat bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga merupakan investasi bagi keberlangsungan kehidupan manusia di masa depan. Semakin kita peduli terhadap hal-hal kecil yang menopang kehidupan, semakin besar peluang generasi mendatang menikmati bumi yang sehat, produktif, dan layak huni.

 

Kamis, 30 April 2026

Panggung Prestasi Dikuasai Swasta: Santa Maria Tarutung Sumbang Mayoritas Lulusan YASOP Balige


 Tapanuli Utara – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi terbaik asal Kabupaten Tapanuli Utara dalam seleksi masuk SMA Unggul Yayasan TB Soposurung (YASOP) Balige / SMA Negeri 2 Balige Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 12 siswa berhasil lolos seleksi, mencerminkan kualitas pendidikan yang terus berkembang di daerah ini.

Hasil seleksi tahun ini menunjukkan dominasi sekolah swasta, khususnya SMP Swasta Santa Maria Tarutung yang berhasil meloloskan 7 siswa, atau lebih dari separuh total siswa yang diterima dari Tapanuli Utara.

Selain itu, kontribusi juga datang dari:

  • SMP Swasta Santa Lusia Siborongborong: 3 siswa
  • SMP Negeri 1 Pangaribuan: 1 siswa
  • SMP Negeri 1 Pagaran: 1 siswa

Daftar Lengkap Siswa Lolos (Tapanuli Utara)

SMP Swasta Santa Maria Tarutung (7 siswa):

  1. Noel C. Hutahaean
  2. Fritz C. Partogi Hutasoit
  3. Tamara F. Harianja
  4. Prima J. Simanjuntak
  5. Patuan A. Silaban
  6. Jansen T. M. Silitonga
  7. Dearea R. G. Silitonga

SMP Swasta Santa Lusia Siborongborong (3 siswa):
8. Christin A. Simanjuntak
9. Keziabeth A. S. S
10. Adrian L. Simbolon

SMP Negeri 1 Pangaribuan (1 siswa):
11. Rieldo F. Gultom

SMP Negeri 1 Pagaran (1 siswa):
12. Josia D. A. Nainggolan


Cerminan Persaingan dan Kualitas Pendidikan

Dominasi sekolah swasta dalam seleksi ini menjadi gambaran nyata bahwa persaingan kualitas pendidikan di Tapanuli Utara semakin kompetitif. Namun demikian, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa baik sekolah negeri maupun swasta memiliki peluang yang sama untuk melahirkan siswa berprestasi, tergantung pada pembinaan, disiplin, dan semangat belajar siswa.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh satuan pendidikan di Tapanuli Utara untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan pembinaan siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan unggul.

Sumber :

1. https://www.facebook.com/share/p/1CEnGYLKLG/ 

2. https://www.facebook.com/share/17LjMUgKcT/

Selasa, 28 April 2026

“Sekolah Swasta Unggul Tampil Perkasa: Santa Lusia Siborongborong dan St. Maria Tarutung Sumbang Mayoritas Siswa Lolos Del”



Tapanuli Utara — Dunia pendidikan di Tapanuli Utara kembali mencatat prestasi membanggakan. Sebanyak 10 siswa terbaik tingkat SMP berhasil lolos seleksi masuk SMA Unggul Del Tahun Pelajaran 2026/2027.

Berdasarkan pengumuman resmi panitia penerimaan siswa baru, total 192 siswa dinyatakan lulus secara nasional, setelah melalui proses seleksi ketat yang mencakup kemampuan akademik, karakter, serta potensi kepemimpinan . Dari jumlah tersebut, 10 siswa berasal dari Tapanuli Utara, menunjukkan daya saing daerah yang semakin kuat.


Apresiasi dari Dinas Pendidikan

Melalui laman resmi Facebook https://www.facebook.com/share/1GPbFVjQCd/, Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian tersebut. Keberhasilan ini disebut sebagai:

  • Bukti kualitas pembinaan pendidikan di tingkat SMP
  • Hasil kerja keras siswa, guru, dan orang tua
  • Motivasi bagi pelajar lain untuk berprestasi lebih tinggi

Dinas juga menegaskan bahwa capaian ini menjadi indikator bahwa sekolah-sekolah di Tapanuli Utara mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam seleksi masuk sekolah unggulan seperti SMA Unggul Del.


Daftar Siswa Berprestasi

Berikut 10 siswa SMP Tapanuli Utara yang lulus:

  • Michaela Araminta Devina Sebayang – SMP Negeri 2 Tarutung
  • Josia Darma Alexander Nainggolan – SMP Negeri 1 Pagaran
  • Keziabeth A. S. S – SMP Swasta Santa Lusia Siborongborong
  • Anesya Palmareta Nababan – SMP Swasta Santa Lusia Siborongborong
  • Yosua Nababan – SMP Negeri 2 Sipahutar
  • Adira Ivana Hutauruk – SMP Swasta St. Maria Tarutung
  • Khairani Evi Vania Sitompul – SMP Swasta Santa Lusia Siborongborong
  • Noel Christian Hutahaean – SMP Swasta St. Maria Tarutung
  • Rachel Yuliani Napitupulu – SMP Swasta Santa Lusia Siborongborong
  • Fritz Citra Partogi Hutasoit – SMP Swasta St. Maria Tarutung

Sementara itu, 1 siswa atas nama Renta Uli Pardede (SMP Negeri 1 Pagaran) masuk dalam daftar cadangan .


Sekolah yang Mendominasi

Dari data tersebut, terlihat jelas adanya dominasi beberapa sekolah di Tapanuli Utara:

  • SMP Swasta Santa Lusia Siborongborong → 4 siswa
  • SMP Swasta St. Maria Tarutung → 3 siswa
  • Sekolah lainnya (SMP Negeri 2 Tarutung, SMP Negeri 1 Pagaran, SMP Negeri 2 Sipahutar) → masing-masing 1 siswa

Hal ini menunjukkan bahwa dua sekolah swasta tersebut memiliki konsistensi tinggi dalam pembinaan akademik dan karakter siswa, sehingga mampu menembus seleksi sekolah unggulan tingkat nasional.


Makna Prestasi Ini

Keberhasilan ini memiliki arti penting:

  • Mengangkat nama Tapanuli Utara di bidang pendidikan
  • Menjadi bukti pemerataan kualitas pendidikan daerah
  • Memotivasi siswa lain untuk berani bersaing di tingkat nasional

Dengan sistem pendidikan berasrama dan kurikulum unggulan, SMA Unggul Del dikenal mencetak lulusan berprestasi yang siap melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik.


Harapan ke Depan

Dinas Pendidikan berharap capaian ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, semakin banyak siswa dari Sumatera Utara khususnya Tapanuli Utara dapat:

  • Lolos ke sekolah unggulan nasional
  • Mengembangkan potensi akademik dan karakter
  • Menjadi generasi unggul yang membawa perubahan bagi daerah



 

Senin, 30 Maret 2026

Dari Proses Demokratis hingga Manjomput Nasinurat: HKI Tetapkan Pimpinan Baru pada Sinode HKI ke 65

 


Sinode Huria Kristen Indonesia (HKI) ke-65 yang berlangsung pada 25–29 Maret 2026 di Hotel Danau Toba Internasional, Medan, menjadi momentum penting dalam perjalanan pelayanan gereja. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban pelayanan, tetapi juga penetapan kepemimpinan baru HKI untuk periode mendatang.

Dalam rangkaian awal sidang, Pucuk Pimpinan (PP) HKI Periode 2021–2026 menyampaikan laporan program dan kegiatan selama masa pelayanannya. Laporan tersebut dibahas secara mendalam dalam sidang komisi dan kemudian diplenokan bersama oleh peserta sinode. Setelah melalui seluruh proses pembahasan, laporan dinyatakan diterima, sehingga Pucuk Pimpinan bersama Majelis Pusat, Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP), dan para Praeses resmi demisioner pada Jumat, 27 Maret 2026.

Sebelum memasuki pemilihan pucuk pimpinan, sinode terlebih dahulu melaksanakan proses pemilihan beberapa struktur penting organisasi. Dilakukan pemungutan suara untuk memilih 15 Praeses dari 41 calon, memilih 3 anggota BPKP dari 4 calon, serta memilih anggota Majelis Pusat yang terdiri dari 8 orang dari unsur pendeta dan 7 orang dari unsur non-pendeta (jemaat). Seluruh rangkaian proses, mulai dari pemungutan suara hingga perhitungan, berlangsung dengan tertib, jujur, dan damai. Semua calon menerima hasil dengan penuh sukacita, baik yang terpilih maupun yang belum terpilih, mencerminkan kedewasaan iman dan kebersamaan dalam pelayanan.

Puncak sinode ditandai dengan pemilihan pucuk pimpinan melalui mekanisme “manjomput nasinurat”, sebuah tradisi khas HKI yang mencerminkan penyerahan penuh kepada kehendak Tuhan. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, M.Sc resmi terpilih sebagai Ephorus HKI periode 2026–2031, menggantikan Pdt. Firman Sibarani, M.Th.

Proses pemilihan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, seluruh calon memperoleh kertas kosong. Pemilihan kemudian dilanjutkan ke tahap kedua. Pada momen penentuan, Pdt. Dr. Tony Hutagalung, M.Sc mengambil salah satu tabung dan membacakan isi kertas yang berbunyi: “Saya terpilih menjadi Ephorus HKI periode 2026–2031.” Pernyataan tersebut disambut dengan suasana haru, doa, dan ucapan syukur dari seluruh peserta sinode.

Untuk jabatan Sekretaris Jenderal HKI, Pdt. Dormen Pasaribu, M.Th terpilih menggantikan Pdt. Hotman Hutasoit, M.Th melalui proses yang serupa. Setelah tahap pertama kembali menghasilkan kertas kosong, pemilihan dilanjutkan ke tahap kedua. Pada kesempatan tersebut, Pdt. Dormen Pasaribu memperoleh tabung berisi keputusan penetapan dan membacakan: “Saya terpilih menjadi Sekretaris Jenderal HKI periode 2026–2031.”

Seluruh rangkaian pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan emosi spiritual yang mendalam. Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa mekanisme manjomput nasinurat bukan sekadar proses undi, melainkan wujud penyerahan penuh kepada Tuhan dalam menentukan pemimpin gereja.

Pelantikan pucuk pimpinan yang baru dilaksanakan pada 29 Maret 2026 di Gereja HKI Resort Khusus Medan Kota. Selain itu, sinode juga menetapkan kepengurusan Majelis Pusat, Badan Pemeriksa Keuangan Pusat, serta para Praeses untuk distrik dan wilayah.

Selama pelaksanaan sinode, suasana tetap kondusif, damai, dan penuh kebersamaan. Meskipun terdapat sejumlah pertanyaan kritis dalam persidangan, seluruh proses tetap berjalan dalam semangat kasih dan persatuan. Hal ini turut disampaikan oleh St. Torus Manuntun Nababan, S.Pd., M.Pd, anggota panitia pemilihan sekaligus utusan Daerah IX Humbang mewakili Persatuan Ama.

Sinode ke-65 ini menjadi momen bersejarah yang menegaskan nilai iman, kepercayaan, dan kebersamaan dalam menentukan arah pelayanan HKI ke depan. Diharapkan, kepemimpinan yang baru dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan gereja demi kemuliaan nama Tuhan.