"Marhaposan tu Jahowa ma ho sian nasa roham, jala unang marpangunsandean ho tu pingkiranmu sandiri"."Trust in the LORD with all your heart, and do not lean on your own understanding". (Amsal 3:5)

Sabtu, 15 November 2025

“TUHAN MENGASIHI SEGALA BANGSA” : Maleakhi 1:1–6


Beberapa waktu lalu, di sebuah sekolah, seorang guru mendapat amanah untuk menjadi wali kelas. Di kelas itu, ada bermacam-macam latar belakang siswa—ada yang pendiam, ada yang nakal, ada yang rajin, ada yang sering membuat masalah. Semua orang tahu, menjadi wali kelas itu melelahkan. Tapi yang mengejutkan, guru ini tidak pernah menunjukkan rasa pilih kasih. Ia memperlakukan semua anak dengan penuh perhatian: yang nakal dibimbing, yang pendiam diajak berbicara, yang rajin diberi kesempatan berkembang.

Ketika ada orang bertanya, “Kenapa Ibu begitu sayang kepada semuanya? Bukankah lebih mudah menyayangi yang baik-baik saja?”
Dengan senyum Ia menjawab, “Karena mereka semua anak dalam tanggung jawab saya. Tidak peduli mereka seperti apa, tugas saya adalah mengasihi dan membimbing.”

Ilustrasi sederhana ini memberi gambaran tentang hati Allah. Kasih-Nya tidak terbatas pada satu kelompok saja, tetapi untuk semua manusia, semua suku, semua bangsa. Inilah pesan kuat yang muncul dalam kitab Maleakhi.

1. Tuhan Menegaskan Kasih-Nya (Maleakhi 1:2)

Dalam Maleakhi 1, Tuhan memulai firman-Nya dengan kalimat:
“Aku mengasihi kamu.”

Namun bangsa Israel merespons dengan ketidakpercayaan:
“Dengan cara bagaimana Engkau mengasihi kami?”

Kalau kita jujur, sering kali kita pun bertanya hal yang sama kepada Tuhan. Ketika kita menghadapi masalah, pergumulan ekonomi, keluarga, pekerjaan, atau pelayanan, kita berkata, “Tuhan, benarkah Engkau mengasihi aku?”

Tetapi Tuhan menunjukkan bahwa kasih-Nya telah nyata sejak awal sejarah. Ia memilih Israel bukan karena Israel hebat, tetapi karena kasih karunia.
Kasih Tuhan tidak pernah berhenti pada satu bangsa—melainkan menjadi jalan bagi semua bangsa menerima berkat, sebab melalui Israel pula lahir Juruselamat bagi seluruh dunia.

2. Kasih Tuhan Tidak Pernah Terbatas oleh Suku, Bangsa, atau Latar Belakang

Maleakhi menyinggung tentang Israel dan Edom. Secara manusia, keduanya sama-sama keturunan Ishak. Namun Edom memilih jalan pemberontakan dan kekerasan.

Sementara Israel juga sering gagal, tetapi Tuhan tetap bekerja dari situ untuk membuka jalan keselamatan bagi segala bangsa.
Artinya, Tuhan tidak memilih satu suku tertentu sebagai favorit. Ia memilih rencana, bukan memilih-milih manusia.

Kasih Allah tidak pernah bersifat eksklusif.
Dalam Perjanjian Baru, kita melihat:

  • Para Majus dari Timur datang menyembah Yesus

  • Yesus memuji iman perwira Roma

  • Yesus menyembuhkan anak perempuan perempuan Siro-Fenesia

  • Amanat Agung ditujukan untuk semua bangsa
    Semua ini membuktikan bahwa kasih Allah tidak pernah terkurung oleh satu batas etnis.

3. Respons yang Allah Inginkan: Hormat dan Taat (Maleakhi 1:6)

Ayat 6 menegaskan:
“Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya.”

Kalau Allah mengasihi segala bangsa, maka apa yang Dia inginkan?
Respons berupa hormat dan ketaatan.

Bangsa Israel pada zaman Maleakhi gagal menghormati Tuhan:

  • Mereka mempersembahkan korban yang cacat

  • Mereka beribadah tanpa hati

  • Mereka melayani secara asal-asalan

Ini peringatan bagi kita.
Tuhan yang mengasihi segala bangsa, mengasihi kita pun sama besarnya. Tapi Ia ingin kita menunjukkan hormat melalui:

  • ibadah yang sungguh-sungguh

  • hidup yang jujur

  • pelayanan yang setia

  • karakter yang mencerminkan kasih-Nya

Hormat kepada Tuhan bukan sekadar kata-kata, tetapi cara hidup.

Kesimpulan

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, melalui Maleakhi 1:1–6 kita melihat tiga hal besar:

  1. Kasih Tuhan nyata dan tidak berubah—Ia mengasihi manusia bukan karena layak, tetapi karena Ia penuh kasih.

  2. Kasih Tuhan berlaku bagi segala bangsa—tidak ada batasan etnis, suku, status, atau latar belakang. Semua manusia berada dalam jangkauan kasih-Nya.

  3. Karena Allah mengasihi semua bangsa, Ia menuntut hormat dari kita—bukan hormat yang dipaksakan, tetapi respons syukur dari hati yang menyadari kasih-Nya.

Kiranya kita sebagai umat Tuhan hidup dalam hormat, ketaatan, dan kasih kepada sesama tanpa memandang perbedaan apa pun—sebab Tuhan terlebih dahulu mengasihi semuanya.

Amin


 

Rabu, 15 Oktober 2025

KETIKA SUARA ORANG TUA LEBIH NYARING DARI NILAI PENDIDIKAN : T.M. NABABAN, S.Pd.,M.Pd





Kasus kepala sekolah yang menampar siswa karena merokok di lingkungan sekolah belakangan ini menjadi perbincangan publik. Banyak yang memandang tindakan kepala sekolah tersebut sebagai kekerasan, namun ada pula yang menilai itu sebagai bentuk ketegasan dalam menegakkan disiplin di lingkungan pendidikan.

Jika dilihat dari sisi hukum, siswa jelas melakukan pelanggaran. Berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Permendikbud Nomor 64 Tahun 2015, sekolah termasuk kawasan tanpa rokok. Artinya, siswa yang merokok di lingkungan sekolah telah melanggar aturan yang berlaku.

Namun, di sisi lain, menampar siswa tetap tidak dapat dibenarkan karena termasuk tindakan kekerasan fisik. Dalam UU Perlindungan Anak, dijelaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari kekerasan, termasuk dalam konteks pendidikan. Maka, walaupun niat kepala sekolah baik, cara yang digunakan tidak sesuai dengan prinsip pendidikan yang humanis.

Sikap orang tua yang langsung melapor ke pihak berwajib tanpa mencari penyelesaian kekeluargaan juga memperkeruh keadaan. Orang tua seharusnya memahami bahwa anak mereka telah melanggar aturan sekolah, dan mendukung pihak sekolah dalam memberikan pembinaan yang tepat.

Sementara itu, pemerintah daerah seharusnya bersikap bijak dan adil. Menonaktifkan kepala sekolah sebelum hasil investigasi keluar justru menimbulkan kesan bahwa guru tidak dilindungi dalam menjalankan tugasnya. Padahal, dalam Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017, guru dan kepala sekolah berhak mendapat perlindungan hukum ketika menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan disiplin.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Guru harus menegakkan disiplin tanpa kekerasan, sementara siswa dan orang tua harus menghormati aturan sekolah. Pemerintah pun wajib menjadi penengah yang adil agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Jika situasi seperti ini terus berulang—di mana guru kehilangan wibawa dan aturan sekolah tunduk pada tekanan masyarakat—maka cita-cita besar mewujudkan Generasi Emas 2045 akan semakin sulit dicapai. Generasi emas yang diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berdisiplin, dan memiliki rasa hormat terhadap otoritas dan nilai moral.

Bagaimana mungkin generasi emas terwujud jika sekolah tidak lagi memiliki kewibawaan dalam menanamkan nilai-nilai dasar tersebut? Pendidikan akan kehilangan makna jika guru takut menegur, dan siswa akan kehilangan arah jika disiplin dianggap tidak penting.

Maka, memperkuat marwah pendidikan berarti mengembalikan keseimbangan antara hak dan kewajiban: siswa dilindungi dari kekerasan, tetapi guru juga dilindungi dalam mendidik. Hanya dengan cara itulah, Generasi Emas 2045 dapat lahir dari sistem pendidikan yang berwibawa, berkarakter, dan bermartabat.

Selasa, 23 September 2025

SMP Santa Maria Juara 1 LCT Tarutung, SMPN 4 Bikin Kejutan Besar!


 Tarutung, 23 September 2025 – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pendidikan kembali menggelar kegiatan Lomba Cerdas Tangkas (LCT) tingkat SMP. Kegiatan ini dilaksanakan berjenjang mulai dari seleksi tingkat kecamatan hingga ke tingkat kabupaten.

Hari ini, Selasa (23/9/2025), Kecamatan Tarutung mengadakan seleksi LCT di SMP Negeri 3 Tarutung. Kecamatan Tarutung sendiri diwakili oleh 9 SMP, yaitu: SMPN 1 Tarutung, SMPN 2 Tarutung, SMPN 3 Tarutung, SMPN 4 Tarutung, SMPN 5 Tarutung, SMPN 6 Tarutung, SMPN 7 Tarutung, SMP Santa Maria Tarutung, dan SMP Filadelpia Tarutung.

Seleksi berlangsung dalam dua tahap. Dari babak pertama, dipilih 5 sekolah terbaik untuk melaju ke babak kedua. Adapun sekolah yang berhasil lolos adalah:

  1. SMPN 2 Tarutung

  2. SMPN 3 Tarutung

  3. SMPN 4 Tarutung

  4. SMP Filadelpia Tarutung

  5. SMP Santa Maria Tarutung

Pada babak kedua yang berlangsung penuh semangat dan persaingan ketat, akhirnya keluar sebagai tiga besar pemenang:

  • Juara 1: SMP Santa Maria Tarutung

  • Juara 2: SMPN 4 Tarutung

  • Juara 3: SMPN 2 Tarutung

Menariknya, pada lomba tahun ini terjadi kejutan. SMPN 4 Tarutung berhasil menembus babak final bahkan meraih juara 2, mengalahkan beberapa sekolah favorit di Tarutung yang selama ini dikenal langganan juara.

Menurut Ibu Santa Simanjuntak, S.Pd, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Tarutung, keberhasilan ini di luar prediksi.

“Hari ini kita gak prediksi 3 besar, Pak. Tapi kesempatan selalu ada ya. Kita bikin target gak tinggi-tinggi. Sanmar (Santa Maria) dan SMPN 2 itu biasanya pemborong medali kalau olimpiade. Semoga hasil hari ini menjadi pemicu semangat mereka lebih giat belajar,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.

Salah seorang siswa SMPN 4 Tarutung juga menyampaikan rasa bangganya.

“Kami sudah masuk 3 besar tingkat Kabupaten, menempati posisi ke-2. Kalau mengenai soalnya itu banyak tentang pengetahuan umum dan hitungan. Soalnya agak menjebak dan memang perlu latihan lebih banyak lagi, Pak,” katanya.

Prestasi ini semakin membanggakan karena dicapai dalam masa kepemimpinan baru Christopher C. Hutagalung, S.Pd sebagai kepala sekolah SMPN 4 Tarutung yang baru beberapa bulan menjabat. Dengan torehan ini, SMPN 4 Tarutung sukses mencatat sejarah baru sebagai salah satu wakil Kecamatan Tarutung ke tingkat kabupaten.

Kamis, 11 September 2025

SMPN 4 Tarutung Bangkit: Torehkan Prestasi di Kompetisi. Biasanya Didominasi Sekolah Favorit

 


Tarutung, Kamis 11 September 2025 – Suasana berbeda terasa di SMP Negeri 4 Tarutung pada hari ini. Usai pelaksanaan rutin Kamis Budaya, Kepala Sekolah Christopher Cosmos Hutagalung, S.Pd menyampaikan kabar gembira di hadapan seluruh siswa dan guru-guru, yaitu pengumuman prestasi membanggakan yang berhasil diraih dalam ajang “Word Alive: Story Telling and Speech Contest” tingkat SMP se-Tapanuli Utara.

Dalam pengumuman tersebut, siswi SMPN 4 Tarutung, Tamariska Sitanggang, berhasil meraih Juara 2 pada lomba pidato Bahasa Inggris tingkat kabupaten. Keberhasilan ini menjadi kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri, sebab selama ini lomba tersebut kerap didominasi oleh sekolah-sekolah langganan juara.

Motivasi Kepala Sekolah

Dalam arahannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata bahwa SMPN 4 Tarutung mampu bersaing dengan sekolah lain, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Sekolah kita pun bisa bersaing dengan sekolah lain. Ukirlah prestasi sebanyak-banyaknya, karena itu akan menjadi modal berharga untuk melanjutkan ke SMA unggulan nanti,” ucap Christopher Cosmos Hutagalung penuh semangat.

Beliau juga menambahkan bahwa hadiah resmi akan diberikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Taput mendatang. Namun, pada kesempatan ini beliau memberikan sesuatu yang berbeda.

“Hari ini saya tidak memberikan hadiah, karena hadiah akan diserahkan Bapak Bupati saat hari jadi Taput. Tetapi saya ingin memberikan uang beli buku tulis mu sebagaii semangat kepada kalian semua. Walaupun sederhana, penyemangat ini diharapkan bisa menjadi dorongan besar bagi Tamariska dan seluruh siswa SMPN 4 Tarutung untuk terus berprestasi,” tegasnya.

Harapan ke Depan

Prestasi Tamariska Sitanggang menjadi titik awal kebangkitan SMPN 4 Tarutung di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru menjabat beberapa bulan. Guru, pegawai, dan seluruh siswa merasa termotivasi untuk semakin giat belajar dan berani bersaing di berbagai kompetisi.

Dengan torehan prestasi ini, SMPN 4 Tarutung menunjukkan bahwa kerja keras, bimbingan guru, dan dukungan orang tua dapat membawa sekolah yang jarang meraih juara tampil sebagai salah satu yang diperhitungkan.


Rabu, 10 September 2025

Lomba Pidato Bahasa Inggris “Word Alive: Story Telling and Speech Contest” Tingkat SMP : SMPN 4 Tarutung Juara 2


Tarutung, 10 September 2025 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Utara resmi mengumumkan hasil Babak Final “Word Alive: Story Telling and Speech Contest” tingkat SMP. Setelah melalui proses penyisihan dengan pengiriman video pidato, para finalis tampil secara langsung di babak final yang diselenggarakan pada Rabu, 10 September 2025.
Dalam perlombaan yang mengutamakan kemampuan berbahasa Inggris, penampilan para peserta dinilai berdasarkan kelengkapan isi pidato, penyampaian vokal, kosakata, penggunaan bahasa tubuh, serta kepatuhan terhadap batas waktu.
Dari hasil penilaian dewan juri, terpilihlah para juara lomba pidato tingkat SMP:
🏆 Juara 1 : Renta Uli Pardede (SMP Negeri 1 Pagaran)
🥈 Juara 2 : Tamariska Sitanggang (SMP Negeri 4 Tarutung)
🥉 Juara 3 : Angelina Ulibasa Butarbutar (SMP Negeri 2 Tarutung)

Kesan dan Pesan

Panitia menyampaikan rasa bangga atas semangat dan kepercayaan diri seluruh peserta. Kehadiran para siswa menghadirkan suasana yang penuh inspirasi. Ucapan terima kasih ditujukan kepada guru pembimbing yang dengan sabar melatih para siswa, serta kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan penuh.

Pesan untuk siswa: Teruslah belajar dan mengasah kemampuan, khususnya dalam bahasa Inggris yang menjadi bekal penting untuk masa depan. Menang atau tidak, setiap usaha adalah kemenangan tersendiri.

Pengumuman Hadiah

Penyerahan hadiah lomba akan dilaksanakan pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Tapanuli Utara. Para juara akan menerima penghargaan secara langsung.

Kepala SMP Negeri 4 Tarutung, Christopher Cosmos Hutagalung, S.Pd, bersama guru bahasa Inggris serta seluruh tenaga pendidik SMP Negeri 4 Tarutung menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas pencapaian siswi mereka, Tamariska Sitanggang, yang berhasil meraih Juara 2.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan, membanggakan guru, orang tua, serta sekolah,” ungkap beliau.


 

Rabu, 16 Juli 2025

Struktur Kurikulum SD Tahun Ajaran 2025/2026 Kelas VI

 


Struktur Kurikulum SD Tahun Ajaran 2025/2026 Kelas V

 


Struktur Kurukulum SD Tahun Ajaran 2025/2026 Kelas III dan IV


 

Struktur Kurikulum SD Tahun Ajaran 2025/2026 Kelas 2

 


Struktur Kurikulum SD Tahun Ajaran 2025/2026 Kelas 1


 

Struktur Kurikulum SMA Tahun Ajaran 2025/2026 Kelas XII


 

Struktur Kurikulum SMA Tahun Ajaran 2025/2026 Kelas XI

 


Struktur Kurikulum SMA Tahun Pelajaran 2025/2026 Kelas X

 


Struktur Kurikulum SMP Tahun Pelajaran 2025/2026 Kelas IX

 


Struktur Kurikulum SMP Tahun Pelajaran 2025/2026 Kelas 7 dan 8

 


Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 (Kurikulum Baru): Integrasi Koding dan AI melalui Pembelajaran Mendalam

 



Rabu, 04 Juni 2025

Kegiatan Numerasi Seru Bareng Pak Torus Manuntun dan Lagu Ceria Bu Kalbarita Hutapea


 Pada hari yang cerah dan penuh semangat, SMP Negeri 4 Tarutung menggelar kegiatan Numerasi yang berbeda dari biasanya. Dipandu oleh Bapak Torus Manuntun Nababan, S.Pd., M.Pd., guru IPA di sekolah tersebut, kegiatan ini membawa angin segar dalam pendekatan pembelajaran sains. Dengan materi tentang Gerak dan Berat, siswa diajak untuk menyelami konsep-konsep dasar sebelum menggunakan rumus matematis.

"Jangan dulu berpikir rumus. Mari kita pahami dulu konsepnya," demikian ajakan Pak Torus di awal kegiatan. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih santai dan mengurangi rasa takut siswa terhadap soal-soal IPA. Meski awalnya terlihat ragu dan tegang, perlahan namun pasti, siswa mulai memahami esensi dari konsep yang dijelaskan. Hasilnya mengejutkan—hampir seluruh siswa dapat menjawab soal yang diberikan dengan benar.


Kegiatan semakin semarak dengan selingan lagu-lagu berbahasa Inggris yang ceria, dipandu oleh guru Bahasa Inggris, Ibu KH (Hutapea).

Tak hanya diikuti oleh siswa, kegiatan ini juga didampingi oleh bapak dan ibu guru serta dipantau langsung oleh Kepala Sekolah. Kehadiran para guru memberikan dukungan moril dan memperlihatkan kekompakan tim pengajar SMP Negeri 4 Tarutung.


Walau semula banyak siswa tampak khawatir menghadapi soal-soal numerasi, pendekatan yang digunakan berhasil membangun kepercayaan diri mereka. Hasilnya, hampir seluruh siswa mampu menjawab soal dengan benar setelah memahami konsep yang dijelaskan.





Di akhir kegiatan, Pak Torus memberikan pesan penting kepada seluruh siswa: "Mulailah dari konsep dalam memahami pelajaran IPA, agar ilmu menjadi menyenangkan dan mudah dipahami." Sebuah pesan sederhana namun bermakna, yang diharapkan menjadi pegangan siswa dalam menempuh pembelajaran IPA dan bidang lainnya.


Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan pembelajaran IPA dan numerasi di SMP Negeri 4 Tarutung semakin bermakna dan diminati oleh para siswa.